ABOUT H2CLS

APA DAN SIAPA H2CLS

H2CLS yang merupakan singkatan dari Hedy-Haryadi Chrisitian Legal Solution adalah suatu tim pembina dan konsultan hukum yang terdiri dari Hedy Christiyono Nugroho,  S.H. dan Haryadi Baskoro, S.Sos., M.A., M.Hum. merupakan tim pelayanan professional yang  bergerak di kalangan masyarakat Kristiani (gereja, persekutuan, organisasi-organisasi Kristen, dan lain-lain) guna memberikan solusi hukum untuk kehidupan dan pelayanan Kristen.

VISI

Gereja memiliki pandangan dan sikap Alkitabiah tentang hidup dan pelayanan Kristen dengan pemahaman hukum yang bersifat mencerahkan, mencerdaskan, dan solutif.

MISI

  1. Mempertajam pandangan dan sikap Alkitabiah terhadap masalah-masalah hukum yang dihadapi oleh kekristenan di dalam masyarakat
  2. Memberikan Pendidikan dan Pelatihan Hukum untuk hamba-hamba Tuhan, calon-calon hamba Tuhan, dan jemaat mengenai hidup dan pelayanan Kristen
  3. Memberikan kosultasi dan advokasi profesional untuk masyarakat Kristiani.

MOTTO

Reveal the truth for justice, menyatakan Kebenaran untuk keadilan

KEGIATAN

  1. Pendidikan Hukum untuk Masyarakat Kristen (Gereja)
  2. Pendidikan Hukum untuk Mahasiwa Umum dan Teologia (Seminari)
  3. Pendidikan Hukum untuk Hamba-hamba Tuhan/Pemimpin Kristen

OUTPUT KOMPETENSI

  1. Peserta didik mendapat informasi terkini tentang masalah-masalah hukum
  2. Peserta didik mampu memahami masalah-masalah hukum yang dihadapi dalam pelayanan Kristen
  3. Peserta didik mampu bersikap dan bertindak tepat dan Alkitabiah sehubungan dengan masalah hukum yang dihadapinya
  4. Peserta didik mampu memberi kontribusi, dalam kapasitasnya sebagai masyarakat, untuk pembangunan hukum di Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945

PENGAJAR

  1. Hedy Christiyono Nugroho, SH, M.H cand (pengacara, anggota PERADI)
  2. Haryadi Baskoro, S.Sos, MA., M,Hum, Th.D cand (dosen STT, dosen agama Kristen, peneliti dan penulis bidang sosial-budaya)

PESERTA DIDIK

  1. Jemaat Kristen (gereja, persekutuan, lembaga pelayanan)
  2. Mahasiswa Kristen di Kampus Umum
  3. Mahasiswa Teologia/Seminari
  4. Hamba Tuhan (pendeta, pastor, pemimpin Kristen)

MATERI

Pendidikan hukum yang diberikan oleh H2CLS pada dasarnya merupakan proses pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi. Artinya, para peserta diharapkan mempunyai kompetensi tertentu di bidang hukum setelah mengikuti seminar-seminar yang diadakan. Kompetensi itu diklasifikasikan (1) tingkat dasar (elementary): mengembangkan kecakapan untuk mengetahui-memahami-menerapkan, (2) tingkat menengah (intermediate): mengembangkan kecakapan untuk menganalisa-mensintesa, (3) tingkat lanjut (advance): mengembangkan kecakapan yang bersifat evaluatif.

Karena begitu luasnya masalah hukum dan kekristenan maka H2CLS memberikan berbagai macam seminar hukum yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa topik seminar itu adalah sebagai berikut

  • KEKRISTENAN & HUKUM
  • PEMAHAMAN DASAR HUKUM
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: PERKAWINAN
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: PELAYANAN
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: PENGINJILAN
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: GEREJA
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: PENDIRIAN-PENGEMBANGAN ORGANISASI KRISTEN
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: PENDIDIKAN KRISTEN (SEKOLAH, PT, SEMINARI, DLL)
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: MASALAH UNDANG-UNDANG DAN PERDA
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: WANITA
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: BISNIS
  • TINJAUAN ALKITAB & HUKUM: SISTEM INFORMASI-KOMUNIKASI MODERN
  • DLL SESUAI KEBUTUHAN KOMUNITAS PESERTA DIDIK

STRATEGI PENDIDIKAN

  1. Diberikan sebagai bagian dari perkuliahan Agama Kristen di kampus umum dan perkuliaan yang relevan di kampus teologia (Seminari)
  2. Seminar hukum secara khusus
  3. Pendidikan-pelatihan khusus (retret, rekoleksi, dll)
  4. Edutainment (talk show, dll)
  5. Observasi lapangan (mengamati persidangan)
  6. Acara di radio dan televisi Kristen

KEBUTUHAN MENDESAK

Pelayanan H2CLS dengan visi dan misinya itu menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak untuk perkembangan kekristenan di tengah dinamika masyarakat pada saat ini. Pertama, ketika supremasi hukum semakin ditegakkan, segala aspek kehidupan masyarakat akan diatur dengan hukum sampai pada hal-hal yang mendetil. Dengan demikian anak-anak Tuhan harus benar-benar memahami hukum supaya dapat menjalani hidup sebagai warganegara yang baik (disamping tentunya warga Kerajaan Sorga).

Kedua, sebagai warga negara dunia (disamping warga Kerajaan Sorga), orang Kristen harus taat pada pemerintah dan hukum-hukum yang dibuatnya (Rom 13:1-7). Yesus sendiri menekankan supaya para murid-Nya taat pada hukum, termasuk misalnya dalam hal membayar pajak (Mat 17:27). Dengan demikian, orang Kristen harus memikiki pengetahuan dan pemahaman hukum yang baik sehingga perlu diberi pembinaan khusus.

Ketiga, Gereja diberi tugas untuk memberitakan Injil sebagai mandat rohani (Mat 28:19-20) dan turut membangun atau mengelola dunia sebagai mandat budaya (Kej 1:28). Gereja harus menjadi garam dan terang dunia dengan turut memperbaiki kehidupan masyarakat (pelayanan sosial-budaya) dalam rangka membawa masyarakat kepada terang Kristus. Adapun sistem dunia ini pada dasarnya merupakan sistem nilai dan norma yang mana hukum terkandung di dalamnya. Jadi, untuk bisa turut membangun dunia ini, apalagi dengan misi khusus untuk membawa dunia kepada Jalan Kebenaran, Gereja harus menguasai hukum.

Keempat, pelayanan Kristen (penginjilan, pendirian gereja, pengembangan yayasan, lembaga, sekolah Kristen dan seterusnya) akan selalu bersentuhan dengan masalah hukum. Banyak kesulitan dialami dan tidak sedikit kesalahan dilakukan karena kurang memahami hukum. Karena itu itu diperlukan sekali pembinaan dan konsultasi hukum.

Kelima, dalam kehidupan dan pelayanan, orang Kristen sering diperlakukan tidak adil secara hukum. Iman dan doa tentunya akan menggerakkan Tuhan untuk membela kita. Namun, seperti dilakukan Paulus, ada kalanya kita perlu ”membela diri” secara hukum (Kis 22:23-29). Karena itu orang Kristen, hamba Tuhan, dan pemimpin Kristen mutlak perlu memahami hukum.

Keenam, perkembangan hukum di Indonesia (Undang-undang, Peraturan Daerah, dan lain-lain) sering tidak menguntungkan dan meminggirkan keberadaan masyarakat Kristen. Hal itu perlu dipahami sehingga anak-anak Tuhan bisa turut membangun sistem hukum di Indonesia yang adil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ketujuh, fakta menunjukkan bahwa terkadang orang Kristen (bahkan para pemimpin Kristen) justru tidak memuliakan Tuhan ketika berususan dengan hukum. Misalnya membawa kasus perceraian dan konflik internal ke pengadilan. Alkitab mendorong supaya kita tidak terburu-buru membawa masalah ke luar dan bisa menyelesaikannya secara internal dalam kasih, hikmat, dan sesuai Firman Tuhan. Hal itu berarti kita membutuhkan solusi-solusi hukum yang Alkitabiah.

PENEGUHAN FIRMAN: MAZMUR 45

Pada akhir masa puasa pribadinya (16 November – 16 Desember 2009), yaitu pada 16 Desember 2009 jam 00.15 (hari ulang tahunnya), Hedy Christiyono Nugroho mendapatkan rhema dari Mazmur 45 sebagai peneguhan pelayanan H2CLS.

”Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lindahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir. Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.Ikatlah pedangmu pada pinggang hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu! Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat! Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.Tahtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya dan tingkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu. Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau; di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpaiakan emas dari Ofir….”

PENEGUHAN FIRMAN: KELUARAN 17

Dalam doa pribadinya pada malam Natal 24 Desember 2009, Haryadi Baskoro mendapatkan peneguhan untuk pelayanan H2CLS dari Kitab Keluaran 17.

”…dan terjadilah apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang….”

Jika dulu ada H2 yaitu Harun dan Hur maka kini ada H2CLS (Hedy-Haryadi Christian Legal Solution) yang diberi tugas illahi untuk menopang para Musa (hamba-hamba Tuhan, para pendeta, para pemimpin Kristen) dalam menjalankan pelayanan yang penuh peperangan rohani. Sejauh ini H2CLS telah mengadakan seminar-seminar hukum khusus untuk memperlengkapi para pemimpin Kristen. Ke depan, H2CLS akan lebih intensif dalam memberikan pelayanan-pelayanan edukatif praktis seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: