A. KEGIATAN H2CLS

MEMBERI PEMBINAAN HUKUM UNTUK MAJELIS GKJ MERGANGSAN YOGYA (25 JUNI 2011)

Yogyakarta (25 Juni 2011). Haryadi Baskoro bersama pengacara Hedy Christiyono Nugroho, S.H. memberikan pemahaman dan pembinaan hukum untuk majelis GKJ Mergangsan Yogyakarta yang khusus menangani masalah kehartaan gereja. Pemahaman dan pembinaan yang diberikan berupa sharing dan konsultasi, yang setelah pertemuan pertama itu akan dilanjutkan dalam pertemuan-pertemuan rutin.

Pada kesempatan itu, Haryadi memberikan wawasan tentang pelayanan yang harus dilakukan dengan mengutamakan integritas dan profesionalitas yang tinggi. Haryadi menjelaskan pentingnya pembinaan hukum yang diberikan untuk setiap pengerja gereja mengingat pada masa sekarang Gereja dituntut untuk memiliki wawasan tersebut sehubungan dengan berbagai persoalan internal dan eksternal yang semakin pelik.

Dalam konsultasi tentang hukum, Hedy memberikan beberapa petunjuk praktis mengenai persoalan-persoalan yang dihadapi. Seringkali gereja kurang memperhatikan aspek teknis sehingga kebijakan yang diberikan justru menyebabkan kerugian-kerugian yang semestinya bisa dihindari.

MEMBERI PEMBINAAN HUKUM UNTUK GURU-GURU P.A.K. SE KOTA SURABAYA (18 JUNI 2011)

Surabaya(18 Juni 2011). Haryadi Baskoro dan Hedy Christiyono Nugroho SH memberikan ceramah khusus untuk guru-guru Pendidikan Agama Kristen (SD, SMP, SMA, SMK) se-kotaSurabaya. Dalam pertemuan ini para guru dibelaki pemahaman komprehensif tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Transaksi Elektronik. Acara seminar dengan 3 sesi itu dimulai jam 09.00 sampai jam 14.00 WIB dengan pemberian sertifikat oleh tim penceramahnya.

Pada sesi pertama, Haryadi memberikan pemaparan umum mengenai hukum. Haryadi menjelaskan bahwa orang Kristen harus memahami hokum. Contoh yang bagus antara lain adalah rasul Paulus. Saat Paulus dipenjara di Filipi dan tidak mempunyai kesempatan untuk membela diri, Paulus dan Silas cukup berdoa dan memuji Tuhan, dan mujizat gempa yang membebaskan mereka pun terjadilah (Kis 16:25-26). Tetapi, pada kali lain, ketika Paulus akan dihulum secara tidak adil, Paulus membela diri dengan argumentasi hokum, dan Paulus pun dibebaskan (Kis 22:23-29). Hal itu menunjukkan bagaimana seorang pemimpin Kristen harus bisa “berdoa dan bekerka”.

Haryadi Baskoro menandaskan bahwa guru adalah seorang pemimpin. Ia harus bisa memimpin dan menjadi teladan bagi para murid. Bahkan, jika mengacu pada surat Efesus 4:11, karunia “mengajar” dan “menggembala” itu merupakan satu kesatuan (pastor-teacher). Karena itu seorang guru jangan hanya bisa mengajar namun memimpin (menggembalakan) para muridnya. Dalam bahasa hukum, guru harus bisa meng-advokasi anak-anak didik.

PEMBUATAN FILM DOKUMENTER BERSAMA PARA MAHASISWA STT TAWANGMANGU JAWA TENGAH (7 MEI 2011)

Pada Sabtu, 7 Mei 2011, Tim H2CLS mendukung pelatihan dan proyek pembuatan film documenter yang dilakukan oleh para mahasiswa STT Tawangmangu tentang sejarah peninggalan kebudayaan kuno di beberapa situs di daerah Karangayar Jawa Tengah. Dalam hal ini Tim H2CLS berlaku sebagainarasumber bidang hokum dan kebudayaan yang diwawancarai dan sekaligus sebagai konsultan/penasihat hukum atas pembuatan film tersebut.

Pelatihan dan proyek pembuatan film documenter itu merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah sosiologi yang diampu oleh dosen Haryadi Baskoro. Dalam mata kuliah itu, Haryadi membimbing para siswa untuk meneliti beberapa situs budaya (candi Cetho, candi Sukuh, dan kepunden) yang berlokasi di Karanganyar dan sekitarnya dan sekaligus memfilmkannya.

Dalam riset dan pembuatan film itu, para mahasiswa menemukan data-data yang menarik untuk dikaji seperti adanya tempat pemujaan di mana symbol merah putih berada. Menurut juru kunci candi Cetho, symbol merah putih itu diwariskan sejak jaman kerajaan Majapahit. Para pemimpin di negeri ini juga pernah berkunjung dan berziarah di situs-situs tersebut. Sampai hari ini, seperti dijumpai dalam riset tersebut, masih banyak peziarah yang berdoa, bersemadi, atau bermeditasi di situs-situs bersejarah tersebut.

PELATIHAN HUKUM UNTUK GURU-GURU ANAK SE-INDONESIA DI STAK PESAT SALATIGA (6 MEI 2011)

Pada 6 Mei 2011 Tim H2CLS memberikan ceramah khusus mengenai hukum dan Undang-Undang perlindungan anak kepada guru-guru Taman Kanak-Kanak yang diutus dari berbagai daerah di seluruhIndonesia. Acara ini diselenggarakan oleh lembaga pelayanan anak “Future Centre” di kampus STAK Terpadu PESAT di Tuntang, Jawa Tengah.

Pada sesi pertama, Haryadi Baskoro membahas tentang “Tanggungjawab Pendidik Kristen dalam Advokasi Anak”. Pada kesempatan itu, Haryadi menekankan bahwa guru harus bisa memberikan pengenalan wawasan hukum sedini mungkin kepada anak, memperlakukan anak secara adil, dan juga memberi pembinaan moral pada anak. Mengenai advokasi guru Kristen terhadap anak, Haryadi menjelaskan bahwa hal itu bisa mencakup advokasi secara spiritual (termasuk melalui tindakan guru berdoa syafaat bagi anak) dan advokasi secara non-spiritual (mencakup berbagai usaha memperjuangkan nasib dan masa depan anak). Menurut Alkitab, pelayanan guru dan gembala merupakan satu kesatuan (pastor-teacher). Demikianlah hendaknya para guru Kristen memiliki hati seorang gembala yang selalu mengayomi, menyelamatkan, melindungi, dan merawat domba-dombanya.

Hedy Chritiyono Nugroho melanjutkan sesi berikutnya dengan membahas tentang “Tinjauan Yuridis terhadap Perlindungan Anak Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak”. Hedy membahas pasal demi pasal dari undang-undang tersebut dengan memaparkan implikasi-implikasinya bagi pengembangan pelayanan anak yang harus dilakukan oleh para guru Kristen.

SEMINAR ”HIDUPKU BAGI BANGSAKU” DI KANAAN CAMP STAK PESAT SALATIGA JAWA TENGAH (29 MEI 2010)

Pada 29 Mei 2010 Tim H2CLS memberikan seminar pada tiga sesi dalam acara Kanaan Camp yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu (STAK Terpadu) – yayasan PESAT, Salatiga Jawa Tengah. Kanaan Camp ini merupakan acara tahunan yang diikuti oleh wakil-wakil pemuda (pemimpin pemuda) dari gereja-gereja se Jawa Tengah.

Dalam acara itu, Hedy Christiyono Nugroho SH memberikan pelajaran tentang Korupsi di Indonesia dan bagaimana membangkitkan anak-anak Tuhan yang anti korupsi. Materi bukan hanya diberikan secara teoritis namun juga praktis. Setelah pemaparan materi, para peserta diberi pelatihan dengan mendiskusikan dan memecahkan contoh-contoh kasus-kasus korupsi yang diberikan. Hedy SH membahas pula gejala kejahatan korupsi yang terjadi di dalam kekristenan, termasuk di yayasan-yayasan Kristen dan bahkan gereja-gereja.

Dalam acara itu, Haryadi Baskoro MA, M.Hum memberikan seminar khusus dengan tema “Aku Bukan Jagi Kandang”. Pada sesi ini Haryadi memotivasi kaum muda supaya mengembangkan SDM dan kreativitas sehingga bisa menjadi ”misionaris di marketplace”. Dalam sesi ini Haryadi juga menampilkan kesaksian dari Ester dan Livy Laurens yang memiliki visi di bidang kerjanya masing-masing. Ester yang berkarir di perusahaan bisnis menyaksikan pengalamannya menjadi terang di dunia kerja. Sedangkan Livy menjelaskan bagaimana kiat-kiatnya menjadi agen transformasi di dunia seni dan entertainment.

KULIAH UMUM HUKUM II DI STT DOULOS YOGYAKARTA (10 MEI 2010)

Menyambung kuliah umum pertama yang diadakan 3 Mei 2010 silam, pada Senin 10 Mei 2010 Tim H2CLS memberikan Kuliah Umum Hukum II di STT Doulos Yogyakarta. Kuliah kali ini istimewa karena didukung dengan kehadiran Ketua Masyarakat Kristen Indonesia (MKI) Yogyakarta, Ir. Bambang Prijambodo, M.Si. Kuliah ini juga didukung dengan kehadiran seorang dosen jurusan Informatika UKDW, Joko Purwadi, ST, M.Kom.

Pada sesi pertama, Hedy Christiyono Nugroho SH memberikan pemahaman hukum terkait masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Disamping membahas kasus-kasus umum tentang HAM, juga dibahasa secara panjang lebar tentang kasus-kasus pelanggaran HAM atas Gereja di Indonesia. Secara khusus dibahas tentang HAM terkait dengan kebebasan beragama dan beribadah sebagai hak asasi manusia. Pada sesi ini juga diputarkan film dokumenter karya John Pilger (The New Rulers of The World) yang menyingkapkan pelanggaran HAM di Indonesia.

Pada sesi kedua, Haryadi Baskoro MA, M.Hum membahas khusus tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang menegakkan HAM kebebasan beragama. Dijelaskan tentang bagaimana proses lahirnya Pancasila yang dulu sempat ’bertarung sengit’ dengan Piagam Jakarta. Dijelaskan pula tentang perkembangan Pancasila selama masa Orde Lama, Orde Baru,dan Era Reformasi sekarang. Mengapa sekarang Pancasila mulai ditinggalkan, mengapa ada keinginan untuk merubah dasar negara RI dengan dasar agama tertentu, dan bagaimana sikap Kristen juga dibahas dan didiskusikan bersama dalam perkuliaan padat tersebut.

SEMINAR HUKUM DI STT TAWANGMANGU, JAWA TENGAH (4 MEI 2010)

Pada Selasa 4 Mei 2010, Tim H2CLS memberikan Seminar Hukum untuk seluruh mahasiswa di STT Tawangmangu Jawa Tengah. Kegiatan ini diprakarasi HIMA STT Tawangmangu tersebut. Seminar ini diadakan beberapa waktu sebelum diadakan wisuda tahunan, sehingga para mahasiswa yang akan lulus mendapatkan bekal terlebih dahulu.

Pada sesi pertama, Hedy Christiyono Nugroho SH memberikan penjelasan mengenai persoalan hukum yang sedang dan akan dihadapi dalam pelayanan dan penginjilan. Seminar ini memang diberikan khusus untuk mempenglengkapi para hamba Tuhan dengan pemahaman hukum.

Pada sesi kedua, Haryadi Baskoro MA, M.Hum memberikan penjelasan mengenai ”Teologia Hukum” yang Alkitabiah. Salah satu yang ditekankan adalah keteladanan rasul Paulus sebagai hamba Tuhan yang melek hukum, bahkan bisa melakukan pembelaan hukum atas kasusnya sendiri (Kis 22:23-29). Pengalaman Paulus semestinya mendorong hamba-hamba Tuhan masa kini untuk belajar dan menguasai masalah hukum. Khusus di Indonesia, di tempat mana Kekristenan dihimpit, kita harus menjadi cerdik seperti ular di dalam mensikapi persoalan hukum. Tentunya dengan tetap menjaga ketulusan seperti merpati dengan motivasi hanya melayani Tuhan semata.

KULIAH UMUM HUKUM I DI STT DOULOS YOGYAKARTA (3 MEI 2010)

Pada Senin 3 Mei 2010, Tim H2CLS memberikan Kuliah Umum Hukum I untuk para mahasiswa STT Doulos yang berkampus di kawasan Sonopakis, Yogyakarta. Pada kuliah umum bagian pertama ini, dibagi dua sesi, pertama dilayani Hedy Christiyono Nugroho SH dan kedua dilayani Haryadi Baskoro, MA, M.Hum.

Pada sesi pertama, Hedy SH memberikan pemahaman dasar tentang hukum dengan fokus pada masalah-masalah hukum yang harus dipahami oleh para pendeta dan penginjil yang akan terjun langsung di masyarakat. Pemahaman praktis ini penting mengingat terkadang para hamba Tuhan kurang berhikmat di dalam melayani dan memberitakan Injil sehingga terjerat oleh kasus-kasus hukum yang sebenarnya bisa dihindari. Dalam pendirian gedung gereja dan lembaga-lembaga Kristen kita juga harus memahami seluk-beluk peraturan yang terkait.

Pada sesi kedua, Haryadi MA M.Hum memberikan penjelasan tentang perkembangan kekristenan di Indonesia dan tantangan politis yang dihadapi. Di sini dijelaskan tentang keterkaitan antara politik dan hukum. Dalam sejarah perkembangan di Indonesia, hukum yang dikembangkan senantiasa terkait dengan masalah politik. Kepentingan politik selalu mempengaruhi produk-produk hukum yang muncul. Akibatnya, ketika politik berselingkuh dengan kepentingan agama, kelompok-kelompok agama minoriaslah yang dipinggirkan.

PENGENALAN HUKUM UNTUK PEMUDA EN CHRISTO GEREJA GEKINDO (23 APRIL 2010)

Pada Jum’at 23 April 2010, Tim H2CLS memberikan seminar pengenalan hukum kepada kaum muda En Christo Gereja GEKINDO Yogyakarta. Acara diadakan di Wisma Eirene Yogyakarta. Pembinaan hukum ini diberikan dalam rangka rangkaian pendidikan Smart for Christ yang dilayani oleh Haryadi Baskoro (www. smartforchrist.wordpress.com).

Dalam pembinaan hukum itu, Hedy Christiyono Nugroho, SH            memberikan ceramah tentang pengenalan dasar-dasar pemahaman tentang hukum. Selanjutnya diadakan tanya jawab yang diikuti para peserta dengan cukup antusias. Beberapa pertanyaan mengarah pada permasalahan-permasalahan kehidupan sehari-hari yang dihadapi orang-orang Kristen berkenaan dengan masalah hukum.

Dalam pemaparannya, Haryadi Baskoro, MA, M.Hum menjelaskan tentang perkembangan Kekristenan dan hukum di Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa produk perundangan yang muncul di negeri ini terkadang merugikan komunitas Kristen. Hal itu sering terjadi karena produk hukum acapkali merupakan kristalisasi kepentingan politik. Sedangkan aspirasi politik di Indonesia terkadang diwarnai oleh kepentingan kelompok-kelompok agama tertentu. Untuk itu Haryadi menandaskan bahwa Indonesia harus kembali menempatkan Pancasila sebagai sumber segala tertib hukum.

Haryadi menegaskan bahwa Pancasila adalah berkat bagi Kekristenan di Indonesia. Pdt. David Yonggi Cho, pendeta gereja terbesar di dunia yang berdomisili di Korea Selatan pernah mengatakan bahwa Pacasila adalah anugerah Tuhan untuk bangsa Indonesia. Bagi gereja Kristen, Pancasila dengan Sila Pertama Ketuhahan Yang Maha Esa memberi jaminan keleluasaan untuk beribadah. Sila pertama itu juga menjadi pintu terbuka untuk pemberitaan Injil Keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Karena itu orang Kristen harus turut berjuang menegakkan Pancasila.

PENGAJARAN AKHIR JAMAN DAN PERKEMBANGAN HUKUM INTERNASIONAL DI PMK UPN VETERAN YOGYA (19 MARET 2010)

Pada Jumat 19 Maret 2010, Tim H2CLS memberikan ceramah tentang akhir jaman pada persekutuan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta. Persekutuan yang dihadiri 60-an mahasiswa itu memberikan wawasan tentang peristiwa-peristiwa akhir jaman dan perkembangan hukum dunia yang berkembang sekarang ini.

Pada sesi pertama, Haryadi Baskoro menjelaskan kronologi akhir jaman. Mulai dari pengangkatan (rapture), pengadilan Kristus, dan pernikahan Anak Domba. Dijelaskan pula bagaimana keadaan di bumi pasca rapture, yaitu berkuasanya Antikris, terjadinya multi bencana, dan perang Armageddon. Pada kesempatan ini Haryadi juga menjelaskan materi buku barunya tentang akhir jaman yang segera akan diterbitkan Andi Offset berjudul “Renungan-Renungan Terakhir”.

Pada sesi kedua, Hedy Christiyono Nugroho membahas perkembangan hokum dan perekonomian dunia yang juga sedang dipelajari dalam studinya di S-2 Hukum. Menurut Hedy, system perekonomian dunia pasca terbentuknya WTO (World Trade Organization) sudah mengerucut pada pembentukan system ekonomi dan hukum global. Artinya, proses menuju terbentuknya system pemerintahan tunggal pada era Antikris nanti sudah sangat siap, apalagi didukung dengan teknologi supercanggih.

SEMINAR HUKUM UNTUK HAMBA-HAMBA TUHAN DI GKKI BUKIT ZION SOMONGARI PURWOREJO (26 FEBRUARI 2010)

Pada Jumat 26 Februari 2010, Tim H2CLS memberikan pemahaman hukum khusus untuk hamba-hamba Tuhan di kawasan Purworejo dalam sebuah pertemuan terbatas di GKKI Bukit Zion Somongari Purworejo Jawa Tengah. Pertemuan ini diadakan sehubungan dengan beberapa tekanan yang dialami oleh komunitas Kristen di daerah tersebut.

Dalam pertemuan ini H2CLS memberikan sharing praktis dalam dua sesi. Pada sesi pertama di bahas tentang perkembangan gereja di Indonesia dan tantangan-tantangan sosial yang dihadapinya. Pada sesi kedua dibahas tentang aspek hukum yang harus dipahami dan ditaati dalam pelayanan gereja, misalnya masalah perijinan.

Menurut koorditator seminar itu, Pdt. Daniel Suharto, M.Th, pertemuan seminar itu baru yang pertama dan merupakan pembukaan. Selanjutnya akan diadakan pertemuan-pertemuan rutin untuk memperlengkapi hamba-hamba Tuhan di Purworejo dalam hal pemahaman hukum.

SEMINAR HUKUM UNTUK MAHASISWA KRISTEN ASAL MALINAU KALIMANTAN TIMUR DI YOGYAKARTA (17 FEBRUARI 2010)

Pada Rabu 17 Februari 2010, Tim H2CLS memberikan seminar Kekristenan dan Hukum serta Pemahaman Dasar Hukum untuk para mahasiswa Kristen asal Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Seminar diadakan di asrama mahasiswa asal Malinau itu yang berlokasi di kawasan Seturan Yogyakarta. Seminar diberikan sebagai bagian dari rangkaian pengajaran Agama Kristen “Smart for Christ” untuk mereka (lihat www.smartforchrist.wordpress.com).

Pada sesi pertama, Haryadi Baskoro memberikan pengajaran tentang Kekristenan dan Hukum. Penekanan yang diberikan adalah pada pentingnya ketaatan orang Kristen pada hukum seperti halnya membayar pajak. Namun, orang Kristen juga harus bersikap kritis dan berani membela diri manakala diperlakukan secara tidak adil. Sikap tegas itu dicontohkan oleh Rasul Paulus ketika hendak diperlakukan tidak adil (Kis 22:23-29).

Pada sesi kedua, Hedy Christiyono Nugroho memberikan pemahaman tentang konsep-konsep dasar hukum. Kecuali itu, sebagai praktisi, Hedy memberikan kesaksian mengenai bagaimana dirinya harus menjaga integritas dan tetap menjadi garam dan terang dalam dunia kerja. Hal itu memotivasi para mahasiswa untuk kelak tidak asal bekerja mencari uang, namun menjadi saksi Kristus di marketplace.

SEMINAR HUKUM UNTUK PARA PEMIMPIN WANITA BERBAGAI GEREJA DI GKJ WATES (23 DESEMBER 2009)

Pada Rabu 23 Desember 2009, H2CLS bersama tim KAWAL (“Karena Anda adalah Wanitanya Allah”, sebuah program siaran khusus untuk wanita di Radio Petra FM yang ditangani oleh CornerStone Community Church) mengadakan seminar hukum khusus untuk para pemimpin wanita di GKJ (Gereja Kristen Jawa) Wates, Kulonprogo, Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Ibu ini mengambil thema “Bangkitlah Wanita Krsten yang Berpotensi”. Acara tersebut diikuti lebih dari 100 hamba Tuhan wanita dari beberapa gereja di kawasan Kulonprogo.

Pada sesi pertama, Haryadi Baskoro MA MHum membahas masalah kebangkitan wanita Kristen ditinjau dari sudut pandang Alkitab yang mana berbeda dengan trend gerakan kebangkitan wanita di dunia. Pada sesi kedua, Ria Ananti SIP memberikan kesaksian tentang bagaimana seorang wanita Kristen harus bisa memenangkan pergumulan-pergumulannya dalam hal membangun keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Pada sesi ketiga, Hedy Christiyono Nugroho SH memberikan kupasan menarik tentang wanita Kristen dan berbagai permasalahan hukum yang dihadapinya.

Pada akhir seminar itu dibuka kesempatan untuk tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Ada yang menanyakan masalah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Ada pula yang menanyakan masalah-masalah hokum yang dihadapi wanita dalam pelayanan dan pengembangan gereja. Para nara sumber memberikan penjelasan komprehensif dari sudut pandang hukum dan Firman Tuhan.

Seminar yang dimulai dari jam 09.30 pagi itu selesai pada jam 13.00. Panitia yang terdiri dari gabungan beberapa gereja di Kulonprogo kemudian memberikan jamuan makan siang. Setelah itu acara dilanjutkan dengan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) khusus wanita yang dilayani oleh Ps Sarlin Mataheru STh dari CornerStone Community Church Yogyakarta.

Secara keseluruhan, seminar itu menumbuhkan wawasan dan memberi pencerahan bagi gerakan kebangkitan wanita Kristen. Bagi kaum wanita dunia, kebangkitan perempuan lebih dimaknai sebagai gerakan memperjuangkan hak-hak (asasi) perempuan, kesetaraan gender, dan tampilnya perempuan dalam kekuasaan. Sedangkan kebangkitan wanita Kristen tidak bisa dimaknai semata-mata seperti itu.

Pertama, harus merupakan kebangkitan rohani dari keterikatan dosa dan iblis, menuju kelahiran baru, pertumbuhan rohani, dan kepenuhan dalam Roh Kudus.Kedua, kebangkitan untuk menjalankan mandat Tuhan. Yaitu mandat penginjilan (Mat 28:19-20) dan mandat pembangunan budaya (Kej 1:28). Mandat yang disebut kedua itu memberi landasan untuk kebangkitan wanita dalam dunia kerja. Ketiga, kebangkitan menjadi hamba-hamba Tuhan yang visioner. Tidak sekedar ”terjerat” dalam tuntutan siklus hidup yang biasa-biasa saja (lahir, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, beranakcucu, pensiun, dan akhirnya mati). Wanita harus memiliki spirit of excellent. Menjalani hidup menurut panggilan illahi dan visi yang diberikan Tuhan. Keempat, kebangkitan dalam pelayanan dengan menjalankan peran atau fungsi dalam Tubuh Kristus sesuai dengan struktur kepemimpinan illahi yang Alkitabiah.Kelima, kebangkitan dalam kerja dan pelayanan dengan membangun kehidupan keluarga yang sesuai dengan kehendak Tuhan (Ef 5:22-33). Emansipasi wanita tidak lantas mendistorsi struktur keluarga yang ditetapkan Tuhan. Keenam, kebangkitan dalam mengembangkan seluruh potensi diri dalam hal mana wanita mempunyai sisi-sisi keunggulan tertentu seperti kelebihan dalam ketelitian, loyalitas, kelembutan, ketajaman intuisi, dan seterusnya.

PEMBINAAN HUKUM MAHASISWA KRISTEN STIKES WIRA HUSADA (12 DESEMBER 2009)

Pada Sabtu 12 Desember 2009, H2CLS memberikan pembinaan hukum untuk mahasiswa- mahasiswa Kristen STIKES Wira Husada, yaitu pada jam kuliah Agama Kristen. Pembinaan itu diberikan sebagai suplemen dari pelajaran agama yang ada. Dengan ini mahasiswa mendapat materi tambahan tentang tinjauan Alkitab dan hukum berkenaan dengan masalah kehidupan dan pekerjaan praktis.

Sekarang ini pekerjaan di bidang kesehatan sangat terkait dengan masalah hukum. Kasus Prita yang mencuat belakangan ini menunjukkan betapa masalah hukum di dunia kesehatan sangat penting. Ke depan, masalah hukum di dunia kesehatan akan semakin rumit. Misalnya ada peraturan bahwa pelayanan di bidang kesehatan ini harus mempertimbangkan aspek kesamaan agama. Dengan demikian, anak-anak Tuhan yang nantinya akan bergerak di dunia kesehatan harus memahami masalah hukum.

Mata kuliah Agama Kristen masa kini harus relevan dengan dunia kerja (marketplace) yang nanti akan digeluti oleh para mahasiswa. Jika pelajaran yang diberikan hanya bersifat teoritis dan melulu masalah rohani maka akan kurang bermanfaat. Itulah sebabnya H2CLS memberikan suplemen pelajaran untuk menjadikan pelajaran itu bersifat holistik-komprehensif. Para mahasiswa pun mendapat manfaat besar seperti terlihat dari antusiasme mereka untuk bertanya tentang masalah-masalah terkait.

SEMINAR HUKUM DI STAK PESAT JAWA TENGAH (30 NOVEMBER 2009)

Pada Senin 30 November 2009, H2CLS mengadakan seminar pemahaman hukum untuk mahasiswa dan dosen STAK PESAT di Tuntang, Jawa Tengah. Tema seminar itu adalah “Urgensi Pemahaman Hukum untuk Pengembangan Pelayanan Kristen”. Seminar yang diikuti oleh sekitar 70 orang itu disampaikan dalam dua session.

Pada sesi pertama, H2CLS memberikan prinsip-prinsip mengapa hamba-hamba Tuhan harus memahami masalah hukum. Paulus adalah contoh hamba Tuhan atau pemimpin Kristen dengan SDM multi kompetensi sehingga pada waktu diperlakukan tidak adil ia bisa memperjuangkan hak-hak hukumnya (Kis 22:23-29). Kemudian diberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar tentang hokum. Dengan pemahaman ini diharapkan peserta seminar bisa mengidentifikasi dan menganalisa masalah-masalah hukum yang dihadapi dalam kehidupan dan pelayanan Kristen.

Pada sesu kedua, H2CLS memberikan pemahaman tentang perkembangan sistem perundangan di Indonesia. Diberikan penjelasan tentang proses-proses politik yang terjadi dibalik terbentuknya peraturan-peraturan hukum di Indonesia. Hal itu penting untuk menumbuhkan sikap kritis. Kemudian, diberikan penjelasan mengenai masalah perundangan apa saja yang terkait dengan kehidupan dan pelayanan Kristen. Misalnya adalah Undang-Undang Perlindungan Anak yang sangat penting dipahami oleh para pelayaan anak seperti Guru TK Kristen atau Guru-Guru Sekolah Minggu.

Beberapa pendeta, dosen, dan mahasiswa yang mengikuti seminar itu memberikan apresiasi dan mengharap supaya seminar itu diadakan lagi dengan durasi waktu yang lebih lama. Mereka juga berhadap supaya seminar itu diadakan di berbagai tempat untuk memperlengkapi pelayanan para pemimpin Kristen.

SHARING HUKUM DI ACARA “KAWAL” RADIO PETRA (23 NOVEMBER 2009)

Pada Senin 23 November 2009, H2CLS bersama ibu Pdt. Sarlin dari Gereja Corner Stone mengisi acara KAWAL (Karena Anda adalah Wanitanya Allah) di radio Petra FM. Ibu Sarlin adalah host acara yang dikhususkan untuk kaum wanita yang disiarkan setiap hari Senin malam (20.00-21.00) tersebut. H2CLS digandeng untuk memberikan sharing seputar masalah-masalah hukum yang relevan dihadapi oleh kaum wanita Kristen.

Dalam sharing-nya, H2CLS menekankan bahwa sangat penting bagi anak Tuhan – baik kaum wanita maupun kaum pria – untuk mempunyai pandangan dan sikap imani yang Alkitabiah dalam menghadapi masalah-masalah hidup yang dialaminya. Pengetahuan tentang hukum sekuler memang sangat penting, tetapi setiap anak Tuhan harus mengedepankan pendekatan iman ketika harus menyelesaikan persoalan. Sebagai contoh, ketika seorang istri Kristen diperlakukan keji oleh suaminya (KDRT), semestinya menyelesaikan persoalan itu dengan cara-cara Kristen dengan menyadari bahwa musuhnya yang sebenarnya bukan suaminya tetapi iblis (Ef 6:12 – musuh kita bukan darah dan daging tetapi setan). Secara hukum, sang istri bisa memperkarakan kasus KDRT itu dan bahkan menjebloskan suaminya ke penjara karena kejahatannya. Namun, seorang istri Kristen yang dipenuhi Roh Kudus hendaknya memilih jalur rohani, yaitu berdoa, mengampuni, dan berdamai dengan suaminya. Alkitab mengajarkan kasih, membalas kejahatan dengan kebaikan, dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita.

Dalam acara itu terjadi pula dialog interaktif. Telepon-telepon masuk dan beberapa pendengar menyampaikan pertanyaan-pertanyaannya. Bahkan para pendengar pria yang biasanya tidak pernah muncul, kali itu mengangkat telepon mereka untuk meramaikan suasana dialog interaktif. Pada intinya, H2CLS mendorong agar anak-anak Tuhan mengedepankan kasih dan cara-cara damai. Sebab, selama ini H2CLS menangani beberapa kasus perceraian – bahkan ada hamba Tuhan yang ingin bercerai. Ini sangat memalukan, mendukakan Tuhan. Meskipun perceraian orang Kristen bisa diperjuangkan di meja pengadilan, H2CLS menentang keras perceraian sebab itu tidak sesuai ajaran Firman Tuhan.

PEMAHAMAN HUKUM PADA KULIAH AGAMA KRISTEN DI STIKES WIRA HUSADA (9 NOVEMBER 2009)

Pada Senin 9 November 2009 jam 14.00-15.00 WIB, H2CLS memberikan pemahaman hukum untuk mahasiswa-mahasiswa Kristen STIKES Wira Husada Yogyakarta. Sharing yang disampaikan sebagai bagian (suplemen) pelajaran Agama Kristen ini diberikan untuk memberi wawasan dan pemahaman hukum untuk para mahasiswa yang nantinya akan terjun di bidang pekerjaan kesehatan sesuai dengan apa yang dipelajari di kampus selama ini.

H2CLS memberikan pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip hukum dan terminologi-terminologi hukum. Kemudian pembahasan diarahkan pada seputar masalah hukum dan bidang pekerjaan kesehatan. Pemahaman ini penting sebab pada era sekarang, praktisi kesehatan yang melakukan kesalahan seperti malpraktik bisa dituntut secara hukum. Kecuali itu, undang-undang kesehatan masa depan yang dikembangkan bisa saja cenderung bernuansa diskriminatif. Semua itu perlu dipahami sehingga pada saat masuk di dunia kerja, para praktisi kesehatan bersikap arif dan berhati-hati.

Pelajaran Agama Kristen yang diberikan kali ini, dengan memberikan wawasan tentang hukum, diharapkan memberikan persiapan komprehensif bagi para mahasiswa untuk menghadapi masa depan mereka. Selama ini Pelajaran Agama hanya bersifat teoritis tentang pengetahuan agama saja. Dengan memberi suplemen pemahaman sekuler seperti pemahaman soal hukum ini, para mahasiswa diajar untuk menerapkan prinsip-prinsip iman Kristen secara praktis. Sebab, H2CLS bukan hanya memberikan pengetahuan hukum sekuler, tetapi menunjukkan pandangan dan sikap Kristen yang Alkitabiah berkenaan dengan masalah-masalah hukum tersebut.

PEMAHAMAN HUKUM PADA KULIAH AGAMA KRISTEN DI AKINDO (2 NOVEMBER 2009)

Pada Senin 2 November 2009, H2CLS memberikan pemahaman hukum untuk mahasiswa-mahasiswa Kristen Akademi Komunikasi Indonesia (AKINDO) Yogyakarta. Hal itu diberikan sebagai tambahan untuk Pelajaran Agama Kristen yang diberikan. Maksudnya adalah untuk memperluas wawasan bagi para mahasiswa sehingga memiliki pandangan komprehensif untuk memasuki dunia kerja.

Karena AKINDO mengajarkan bidang broadcasting, advertising, dan public relation maka pemahaman hukum yang diberikan pun berkisar pada masalah-masalah tersebut. Misalnya, H2CLS memberikan wawasan tentang masalah HKI (Hak Kekayaan Intelektual), undang-undang yang mengatur masalah teknologi informasi, dan lain-lain. Para mahasiswa dimotivasi untuk menjadi kreatif dan tidak menjadi pencontek atau penjuplak karya orang lain. Mereka juga didorong untuk mendaftarkan hak cipta karya-karya orisinil mereka. Masalah pembajakan karya-karya seni seperti musik dan film juga menjadi bahan pembahasan yang menarik.

Pelajaran Agama Kristen di AKINDO selama ini didisain khusus sehingga tidak hanya memberikan materi rohani saja, namun dikaitkan dengan masalah-masalah praktis di dunia kerja (marketplace). Harapannya, mahasiswa bisa menerapkan iman Kristen dalam dunia kerja. Banyak seniman, broadcaster, sineas, dan praktisi di dunia iklan yang tidak bekerja dengan nilai-nilai yang benar. Maka ketika anak-anak Tuhan bekerja di dunia kreatif seperti itu mestinya bisa tampil berbeda untuk memuliakan Tuhan.

SHARING PADA “WEDANGAN KEBANGSAAN” STAK PESAT (24 OKTOBER 2009)

Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, pada 24 Oktober 2009 STAK PESAT di Tuntang (Jawa Tengah) mengadakan acara sarasehan bertajuk “Wedangan Kebangsaan” yang diikuti sekitar 70 peserta. Dalam acara yang dikemas santai itu, H2CLS mendapat kehormatan untuk turut memberika sharing seputar masalah hukum dan nasionalisme.

Dalam acara itu, H2CLS yang diberi kesempatan untuk mengisi dua sessions, sempat memutarkan film singkat berisi drama rekonstruksi ulang Rapat BPUPKI yang melahirkan Dasar Negara Pancasila pada 1 Juni 1945 silam. Film pendek yang menggambarkan rapat pembentukan dasar negara itu mendapat respon positif dari para peserta. Bertolak dari film itu pula, H2CLS memberikan ulasan tentang pentingnya nasionalisme Indonesia dan tentang bagaimana Pancasila merupakan anugerah Tuhan untuk bangsa ini. Karena itu anak-anak Tuhan harus turut berjuang untuk mempertahankan, melestarikan, dan meningkatkan pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam acara itu, H2CLS juga tampil bersama beberapa nara sumber lain untuk membahas masalah kontribusi anak-anak muda Kristen dalam pembangunan bangsa dan negara. Dalam hal ini H2CLS menekankan supaya anak-anak Tuhan mengembangkan SDM secara maksimal dan memiliki visi menjadi agen-agen transformasi Indonesia. Secara keseluruhan acara itu sangat menginspirasi.

STT TAWANGMANGU (8 OKTOBER 2009)

Pada 8 Oktober 2009 dari pukul 08.00 sampai 17.0 WIB, H2CLS memberikan pemahaman hukum pada beberapa mahasiswa STT Tawangmangu (ST3) Jawa Tengah yang sedang mengikuti kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Kuliah itu sendiri didisain sehingga mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah-masalah kewarganegaraan dalam kaitannya dengan hidup dan pelayanan Kristen.

ST3 adalah sekolah tinggi teologi (seminari) yang secara khusus mempersiapkan calon-calon hamba Tuhan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Kristen di masa depan. Melalui mata kuliah Pendidian Kewarganegaraan yang diperkaya dengan pemahaman hukum oleh H2CLS ini, para feature leaders diperlengkapi dengan pengatahuan kewarganegaraan yang lebih mendalam.

Dalam perkuliaan itu, H2CLS memberikan pemahaman tentang konsep-konsep dasar hukum. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai masalah-masalah hukum yang telah, sedang, dan akan dihadapi oleh kekristenan. Dengan itu para mahasiswa diajak berpikir kritis tentang situasi-situasi mutakhir yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta hubungannya dengan perkembangan kekristenan dewasa ini.

Para mahasiswa merasa dicerahkan dan diperlengkapi dengan kegiatan pembelajaran itu. Mereka berharap bisa diadakan pertemuan-pertemuan lebih lanjut untuk pembekalan yang lebih mendalam lagi. Banyak pertanyaan mahasiswa belum sempat terjawab tuntas karena terbatasnya waktu.

SEMINAR DI STT GETSEMANI (30 SEPTEMBER 2009)

Pada 30 September 2009, H2CLS mengadakan seminar hukum untuk para mahasiswa STT Getsemani. Dalam kesempatan itu, H2CLS tampil bersama Drs. Soedomo Soenarjo (mantan Asekwilda I Daerah Istimewa Yogyakarta). Disamping memberikan pemahaman hokum, pandangan Alkitabiah berkenaan dengan masalah hukum, H2CLS membahas juga masalah-masalah politik berkenaan dengan Dasar Negara Pancasila.

Sebelum pemaparan dengan masalah hukum, terlebih dulu dibahas masalah kekristenan dan perubahan masyarakat Indonesia. Penekanannya adalah supaya para hamba Tuhan mempunyai wawasan yang luas, termasuk pengetahuan tentang masalah hukum. Dengan pemahaman itu, kita bisa berstrategi untuk membela hak-hak yang semestinya dijamin oleh Negara seperti hak untuk beribadah. Kecuali itu, para pemimpin Kristen bisa tampil menjadi agen-agen perubahan untuk pembangunan bangsa dan Negara, berdampak di dunia hokum.

Pemahaman hukum yang diberikan berkaitan dengan konsep-konsep dasar yang harus dipahami. Misalnya konsep mengenai “masyarakat hokum”, “perbuatan hokum”, “akibat hokum”, dan sebagainya. Dengan pemahaman tentang konsep-konsep itu para peserta seminar bisa memakainya untuk melakukan analisa tentang masalah-masalah hokum yang dihadapi dalam hidup dan pelayanan Kristen.

Seorang peserta seminar yang antusias menanyakan masalah hukum yang dihadapi dalam pelayanan. H2CLS memberikan arahan supaya pelayanan dilakukan dengan berhikmat dan juga berhati-hati. Sebab, meskipun maksud kita tulus, salah-salah kita bisa dituduh telah melakukan kristenisasi dan memaksa orang untuk masuk ke agama kita. Bisa-bisa dipenjara karena tuduhan-tuduhan seperti itu. Para hamba Tuhan juga harus menjalin hubungan baik dengan masyarakat.

Drs. Sudomo Sunaryo menyampaikan pesan supaya kita bersama berjuang untuk menjaga kelestarian Pancasila. Dasar Negara itu ibarat ”perjanjian pernikahan” yang jika dibuang atau diganti maka berarti membatalkan pernikahan itu sendiri. Jika kita mengganti Pancasila dengan dasar lain maka berarti kita merubah Negara Republik Indonesia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa telah menjadi berkat tersendiri karena disamping sesuai dengan ajaran Kristen juga melindungi kekristenan di Indonesia.

Ada pula pertanyaan dari peserta yang menyinggung masalah penciptaan undang-undang yang bersifat politis. Ini merupakan masalah menarik sebab kenyataannya, peraturan perundangan di negeri ini seringkali merupakan kristalisasi dari kepentingan politik. Banyak undang-undang dan termasuk PERDA yang diciptakan untuk tujuan-tujuan kelompok-kelompok politis tertentu dan bukannya untuk kepentingan rakyat banyak. Itulah sebabnya harus ada anak-anak Tuhan yang tampil ke depan untuk turut bekerja dalam proses pembuatan peraturan-peraturan itu. Dalam hal inilah Gereja mengamalkan mandat pembangunan budaya seperti yang diperintahkan Tuhan sejak masa pra-dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: